Pusat eduwisata Pangan Lokal & Konservasi Hanjeli terpadu dalam kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Menawarkan pengalaman mengedukasi, hangat, dan berkesan untuk sekolah, keluarga, & komunitas.
Desa Wisata Hanjeli merupakan destinasi wisata edukasi unggulan yang masuk dalam jajaran 50 Besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia (ADWI) serta mendapat penghargaan Juara 3 Nasional Kategori Desa Wisata Rintisan 2022.
Kami menghadirkan pengalaman komprehensif berbasis edukasi pertanian konservasi pangan lokal, keindahan panorama alam pedesaan, kearifan budaya lokal, serta interaksi sosial yang otentik untuk kegiatan Live In, Fieldtrip, maupun Outing Class sekolah.
Mengenal & melestarikan tanaman pangan langka Hanjeli.
Berada di lanskap geopark dunia versi UNESCO.
Anak-anak dan peserta diajak belajar secara aktif melalui praktek langsung (*hands-on learning*) bersama para praktisi dan warga desa.
Pengalaman belajar langsung proses pertanian tradisional berkelanjutan dari benih hingga pengolahan pangan.
Mengasah kreativitas dan keterampilan seni kerajinan tangan dari bahan olahan alam pedesaan.
Aktivitas luar ruangan yang membentuk ketangkasan, kepemimpinan, kekompakan tim, dan keberanian.
Pengalaman otentik yang tidak hanya menyegarkan pikiran, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan empati sosial, dan membuka wawasan kehidupan nyata anak-anak.
Rumah asli masyarakat lokal yang terawat dengan keramahan khas pedesaan.
Melatih nilai kemandirian, empati sosial, kedisiplinan, & gotong royong.
Ikut serta memasak, berkebun, memanen, dan berkegiatan malam warga.
Pendamping tersertifikasi resmi yang menjamin keamanan & alur edukasi.
"Pengalaman belajar berharga yang tak didapatkan di dalam ruang kelas."
Tersedia ragam durasi paket yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan *Fieldtrip, Outing Class,* mau pun *Live In* Sekolah.
Program eduwisata harian penuh aktivitas.
"Experience, Empowerment, and Sustainability"
Paket menginap singkat sarat edukasi.
"Bawa anak-anak belajar langsung dari kehidupan, alam, dan kearifan masyarakat pedesaan."